Membincang Yogyakarta terkhusus UGM, adalah...membincang kisah lama yang terlalu indah untuk dikenang.

Di koridor ini, kita kali pertama bertemu dalam tatap mata yang entah, hingga doa harus dilangitkan ke puncak nirwana.
Aku masih tersenyum di sini, ketika langkah kakiku harus mengulang jejak yang tertapak membingkai hati kita.
Jika awal perjumpaan adalah keterkejutan yang hadirkan sipu, kini...hari ini aku menapaki dengan senyum penuh syukur karena Tuhan memberiku kenangan tentangmu di sini.
Aku bahagia, karena yakin kau juga hamba pilihanNya yang telah damai dalam dekapanNya. Lalu mengapa aku harus sedih untuk kenangan ini?
Lihatlah...aku sudah bisa tersenyum menyusuri koridor ini, tanpamu.
Langit Masjid Kampus UGM masih sama, tapi aku tahu bahwa aroma dan berita yang diwartakan tak lagi sama.
Tenanglah...aku selalu yakin dengan janjiNya. Jika kau kuyakini pilihanNya dan diambil kembali olehNya karena Dia mencintaimu. Apakah Dia tidak menicntaiku sehingga memanggilmu segera pulang? Aku masih tahu bahwa karena Dia mencintaiku, sangat mencintaiku sehingga aku tidak dibuat terlena oleh cintamu.
Pun, aku yakin Dia akan tetap memilihkan yang terbaik untukku :) selain dirimu.
Damailah
Doaku membiru untukmu.

~Untuk sebuah kenangan bersama sang Dokter spesialis mata dan pemilik mata indah~

0 Comments